Broken Beach dan Angels’s Billabong: Perjalanan di atas permukaan bulan

Cukup lama absen dari dunia per-blog-an, kemane aje tonk? Jawabannya lagi mencari jawaban atas pertanyaan ini. Terus udah keteu belum mas jawabannya? Eeemm nganu ya itu tadi, sialnya belum. Udah gitu aja lah basa basinya haha.

Oke kali ini aku mau bercerita tentang pengalaman jalan-jalan ke Nusa Penida? *Lha kan udah pernah pak cerita tentang Nusa Penida kok sekarang lagi?* Itu kan beda tonk! Yang kemarin kan tentang Crystal Bay sama Pantai Kelingking, nah yang sekarang ini tentang kita (eaaaa! haha).

Jadi postingan ini bakal bercerita tentang perjalanan ku ke Broken Beach atau Pasih Uug dan Angle’s Billabong.

Hari pertama gitu tiba di Nusa Penida dan setelah berpetualang tersesat mencari jalan ke Temeling yang ternyata waktu kami kesana kolamnya tertutup longsor batu. Aku dan teman-teman bergegas menuju Broken Beach, yap perjalanannya jauh banget! Fyi: Jalan di Nusa Penida masih banyak yang berlubang dan belum diaspal, jadi kalau kalian menggunakan sepeda motor harap berhati-hati karena sekalinya ban bocor, kelar hidup kita sob! In the middle of nowhere, kadang gak ada sinyal hape dan gak ada kang tambal ban. Jadi selalu berdoa biar ban kalian tidak bocor kalau memutuskan menjelajahi Nusa Penida dengan motor.

Mannn believe me, jalanan menuju tempat ini rusak parah! Tahan emosi dan lemesin aja jangan dilawan haha. Diambil sisi positifnya karena goncangannya banyak dan badan bergetar terus semoga lemak jahat yang menempel di badan ikut rontok seiring rontoknya motor yang aku pakai saat itu hahaha. Tapi pepatah semua indah pada waktunya itu nyata adanya kok, habis diterpa cobaan tadi kalian akan melihat pemandangan yang bener-bener keren!

Begitu sampai kita diwajibkan membayar parkir 5000 rupiah per motor dan masih harus sedikit berjalan untuk sampai ke Broken Beach, tidak terlalu jauh kok dari tempat parkir hanya berjarak… 10 km *woyyy set dah itu jauh pakk!* Santai tonk maksud ane 100 meter, chill hahaha. Setelah itu kalian akan melihat mahakarya dari alam yang tidak akan kalian bayangkan sebelumnya, begitu megah dan terpampang nyata haha. Tapi seriusan this place is huge! Gak nyangka diameternya bakal sebesar ini. Kalau liat di foto kayaknya gak gitu besar tapi pas liat langsung yewww besar ugha yha. Pas kesini kebetulan ombak sedang besar jadi berasa horor berdiri dipinggir tebing Broken Beach, bener-bener masif dan kenceng banget ombaknya.

Seperti yang sahabat Calvin (((SAHABAT CALVIN))) tahu hahaha. Broken Beach merupakan sebuah pantai yang hanya bisa kita nikmati dari atas karena memang tidak ada akses untuk turun, faktor keselamatan mungkin salah satunya. Jadi kita hanya bisa menikmatinya dari atas tebing, dan terdapat sebuah lubang di tengah-tengah yang memberikan akses air laut untuk masuk jadi tempat ini menyerupai sebuah kolam raksasa.

 

Kita bisa memutari lubang raksasa ini dengan cara berjalan kaki, namun karena waktu itu sampai di tempat ini sudah cukup sore jadi gak punya banyak waktu buat berlama-lama di Broken Beach karena kalau sudah gelap akan susah buat kami kembali ke penginapan dan mungkin sampai penginapan akan malem banget. Maka dari itu kelar dari sini aku dan teman-teman melanjutkan perjalanan ke spot wisata di sebelah Broken Beach. 

Ditempat ini juga terdapat satu spot yang sangat terkenal di Nusa Penida, tak lain tak bukan *drum roll* Angel’s Billabong, yak tak jauh dari Broken Beach ada sebuah kolam alami yang terbentuk diantara kedua karang. Air laut yang masuk ke dalam celah ini terkurung terpenjara dalam gua, di Gunung tinggi suci tempat hukuman para dewa *you sing you lose* hahaha. Alhasil membentuk sebuah genangan yang menyerupai kolam, magic! Cukup berjalan kaki dari Broken Beach sekitar 5-10 menit dan kita sudah sampai ke Angle’s Billabong.

Beautiful dagerous, kata ini yang aku bisa berikan buat tempat kedua yang aku kunjungi. Bagaimana tidak, seolah-olah kalau dilihat dari atas Angel’s Billabong sangat indah dengan warna hijau di batuan bawah dan perpaduan warna biru laut serta membuat orang semangat untuk berenang atau sekedar berendam di kolam ini. Di dominasi dengan bebatuan karang yang beberapa cukup tajam, sangat gak mungkin buat kita kalo udah liat air jernih dan bening gini gak pengen turun ke bawah dan berenang. Harus sedikit waspada karena untuk turun ke bawah sangat curam dan beberapa karang ada yang tajam. 

 

Namun terkadang tempat ini juga dapat membahayakan wisatawan karena ketika ombak pasang dan air masuk kedalam, maka kita bisa ikut terseret ke dalam laut. Sudah ada beberapa korban meninggal karena terbawa arus ketika berenang di tempat ini. Bahkan ketika aku sampai ke tempat ini masih ada police line karena beberapa bulan lalu ada wisatawan meninggal terseret arus Angel’s Billabong.

Aku dan teman-teman tidak turun ke bawah hanya menikmati pemandangan dari atas saja, karena pada saat itu ombak sedang tinggi dan sangat terlihat jelas dari atas kalau ada air yang masuk lalu seketika terdapat tarikan dari ombak di laut. Jadi sahabat Calvin yang mau berkunjung ke Angel’s Billabong tolong lihat kondisi dan situasi aurs laut saat itu, karena sekalipun kita bisa berenang namun karena arus bisa datang dengan sangat tiba-tiba (kayak cinta datangnya tiba-tiba eeeaaa haha) tanpa sepengetahuan kita. Main aman aja sob, jangan gara-gara pengen foto buat konten instagram kita malah celaka yeee kan?

Aku dan teman-teman tidak berlama-lama di Angel’s Billabong, hanya berfoto melihat-lihat suasana sekitar, duduk dan mengobrol sebentar lalu bersiap lanjut balik ke penginapan. Karena waktu sudah menujukan pukul 6 sore dan suasana sudah mulai gelap.

Perjalanan pulang dimulai dan akan bersiap dengan berbagai guncangan akibat jalan yang bolong-bolong kayak permukaan bulan. Dari Broken Beach sampai penginapan membutuhkan waktu sekitar 1 jam lebih, karena waktu itu pakai acara salah belok sewaktu ada pertigaan alhasil kami pulang dari arah yang berlawanan ketika berangkat zzzzz. Pantat udah sampe kebas hahaha tapi ya udah lah ya kan jadi ada cerita, yang penting lemesin aja.

Cheers,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *