Berkunjung ke Akar Pohon Raksasa Di Munduk Asri

Hola! Gimana kisah hidup pemirsa di tahun 2018 ini? Udah mulai menunjukan tanda-tanda peningkatan? Atau masih gini-gini aja nih tonk? Yang penting yakin dan semangat aja yes! Postingan kali ini mau membahas sebuah tempat wisata di Bali yang lagi naik daun alias ngehits banget! Namanya Munduk Asri di Payangan, Gianyar.


Semakin banyak dan beragam wisata baru yang hadir di pulau Bali, mungkin salah satu indikasinya adalah tren traveling yang semakin meningkat dan tren meng-upload foto “kekinian” di social media yang juga semakin marak. Bosan dengan tempat wisata yang itu-itu saja juga bisa membuat orang menjadi lebih kreatif lagi untuk menciptakan sesuatu. Munduk Asri jadi salah satu tempat wisata yang memang sengaja dibuat untuk menarik wisatawan dan pengunjung dan dikelola oleh pribadi.

Itungannya tempat wisata ini masih sangat baru dan belum banyak bis pariwisata yang parkir hehe. Paling cuma beberapa motor atau mobil yang tampak. Berkat sosial media tempat ini menjadi terkenal dengan seketika, seorang teman berkata kalau mau ke tempat ini mending pagi hari karena ketika siang akan lebih banyak pengunjung yang datang. Bener aja, waktu itu aku sampai sekitar pukul 10an pagi setelah selesai berjalan dan mengambil foto ada beberapa orang baru datang dan sepertinya akan semakin banyak ketika siang tiba.

Objek wisata ini terlihat sedang mengalami pengembangan di beberapa titik, agar pengunjung semakin nyaman ketika berada di tempat ini. Setiap jalur dibuat dengan rapi dan yang paling penting tempat ini bersih sekali, juga udaranya sangat sejuk. Payangan berada di dataran yang cukup tinggi, lebih tinggi dari Ubud.

Kalau kita berjalan dari parkiran menuju pintu masuk kita akan menemukan kebun jeruk kemudian berjalan sedikit akan ada gerobak-gerobak dipinggir tebing yang bisa kita gunakan untuk beristirahat dan menikmati pemandangan. Berjalan sedikit ada sebuah tangga dan dibawah sana terdapat bale bengong yang dapat digunakan buat bengong meratapi hidup hahaha, bisa buat beristirahat juga. Juga kalau turun sedikit terdapat tempat berfoto dari anyaman bambu. Tempat ini sudah dirancang sedemikian rupa agar wisatawan bisa merasakan semua fasilitas di Munduk Asri.

Tomorrow belongs to those who can hear it coming. 

– David Bowie –

Juga terdapat sebuah rumah seperti Hobbiton house di New Zaeland cuma bedanya ini terbuat dari jerami dan kita gak akan menemukan Bilbo Baggis didalam rumah ini. Jadi gak usah jauh-jauh ke New Zaeland kalau mau merasakan sensasi rumah Hobbit, cukup ke Munduk Asri aja hahaha. 

Primadona dari Munduk Asri adalah sebuah pohon di tebing dan memiliki akar panjang yang sangat besar dan menjalar bermeter-meter. Kalau mau berfoto ditempat ini sudah disediakan tempat oleh pengelola Munduk Asri, dan yang paling terpenting harap antri pemirsa. Spot inilah yang bikin tempat ini menjadi terkenal karena menawarkan sensasi yang cukup beda dengan tempat wisata lain. 

Waktu aku ke tempat ini hanya ada enam pengunjung dan untungnya bisa sedikit berlama-lama berfoto di akar pohon ini dan bersantai-santai ria di bale bengong. Spot ini sangat “instagram-able” macam lagi Ta Phrom di kawasan Angkor, Kamboja. Nah nambah satu lagi gak usah jauh-jauh sampai Kamboja kalau mau foto diakar pohon besar, cukup ke Munduk Asri saja hahaha.

Puas menjelajah di bawah, aku kembali naik. Ada sebuah warung kecil yang menyediakan minuman dan snack sekaligus tempat buat duduk santai. Tenang harganya gak mahal kok. Sembari beristirahat kita bisa melihat sekeliling Munduk Asri, udaranya masih bersih dan sejuk sekali. Jarang-jarang kan menghirup udara bersih kayak gini *derita anak perkotaan.

Oia buat tiket masuk waktu itu aku dikenakan biaya 15.000 rupiah per orang. Selesai dari Munduk Asri aku melanjutkan perjalanan ke Tirta Empul, sebuah pura yang sangat terkenal dengan kolam permandian air sucinya. Soon on this blog!

Cheers,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *