Pari Manta dan Balada Pengen Turun Ke Bawah Kelingking Beach, Nusa Penida

Pa kabar neh pemirsa, hahaha! Blog baru, semangat menulis juga harus baru dan semoga selalu semangat! Ada masukan atau tanggapan dari perubahan besar-besaran yang terjadi di blog ini? Aing terbuka atas segala saran dan juga kritik 🙂

Edan sih ini pemandangannya!!

Kali ini akan bercerita tentang pengalaman mengunjungi Pulau Nusa Penida yang masih jadi bagian dari provinsi Bali. Jadi sekitar pertengahan tahun lalu aku dan romobongan jalan-jajan men! *mulai lagi nih pake jargon traveling aneh aneh hahaha, mengunjungi Nusa Penida. Waktu kedatangan kaum milenial dari Jakarta Mbak Wawa dan Mas Arip yang sedang liburan di Bali. Kami berenam menghabiskan long weekend di Nusa Penida yang pada saat itu adalah kunjungan pertama ku.

Berangkat dari Sanur pagi hari menggunakan fastboat dan akan menempuh sekitar 30 menit perjalanan, waktu itu kami menggunakan jasa fastboat dari Mola Mola Express untuk menyebrang dan satu orang dikenakan biaya 75.000 rupiah untuk sekali jalan.

Pantai Kelingking ini sangat terkenal di Nusa Penida, karena bentuknya yang sangat unik jika dilihat dari atas bukit dan katanya sih menyerupai jari kelingking hhhhhmmmm. Di Instagram juga buanyak banget bertebaran foto-foto pantai ini, dan dari berbagai sudut dan pose yang berbeda beda tetapi tetep satu jua! Merdeka!

Jadi waktu ke tempat ini pas berbarengan dengan hari terakhir di Nusa Penida, sore harinya aku balik ke Sanur menggunakan Mola Mola Express. Sebelum balik menyempatkan diri buat mampir ke tempat hits ini. Berangkat dari penginapan sekitar pukul 10 pagi dengan menggunakan motor sewaan.

Liat kan titik hitam di foto, nah itu tu pari manta-nya. Dibelakang itu ada satu lagi, dan gak lama setelah ini muncul beberapa pari manta lagi.

FYI akses dan jalan menuju tiap tempat wisata di Nusa Penida ini sangat jauh dari kata bagus, selain jalannya banyak yang rusak parah ditambah terkadang tidak ada info pasti dimana tempat tersebut berada yang mengakibatkan kita jadi tersesat atau waktu keburu habis karena hal itu. Salah satu cara adalah bertanya pada warga sekitar atau kalau ketemu sesama pelancong bisa nanya mereka juga. Waktu itu udah sempat juga download offline maps-nya Google tapi tidak banyak membantu karena tetap saja tersesat hahaha. Ditambah untuk urusan sinyal di Nusa Penida ini cukup susah.

Oia, satu lagi masalah jarak dari satu tempat wisata ke tempat lain juga sering menjadi kendala. Karena banyak jalan yang rusak dan susahnya akses ke sebuah tempat wisata, saranku buat yang mau berkunjung ke Nusa Penida juga memikirkan jarak tiap tiap tempat wisata yang pengen di kunjungi. Pengalaman waktu disana gitu, karena buta arah dan terkadang gak ada informasi yang jelas kami cukup kelelahan di jalan karena ternyata Nusa Penida itu luas pemirsa! Jadi saranku buat yang mau kesana diperhitungkan beberapa hal yang udah aku sebutin diatas. Kalau pemirsa menggunakan jasa tour dan travel plus perginya pakai mobil mungkin beda cerita ya, tinggal duduk cantik terus sampai deh. Karena kemarin aku dan teman-teman perginya atas kehendak feeling dan keyakinan jadi lebih sering tersesatnya hahaha. 

“When you realize the value of all life, you dwell less on what is past and concentrate more on the preservation of the future.” 
― Dian Fossey

Balik lagi ke topik Pantai Kelingking. Singkat cerita berangkatlah kami ke Pantai Kelingking, karena kemarin sudah sempat melihat arah tanda Pantai Kelingking dan juga sedikit banyak hafal jalannya untuk menuju pantai tersebut jadi tingkat percaya diri tanpa menggunakan maps memuncak hahaha. Set set set, setingkungan dua tikungan hafal tapi tetep jalannya masih rusak pppffftttt. Beberapa kilometer dari Pantai Kelingking jalannya mendadak mulus dan lancar. Gila! harusnya tiap jalan di Nusa Penida di bikin gini nih cepet banget tau tau udah sampai aja. Mungkin juga daerah ini jadi prioritas pembangunan karena banyak turis yang berkunjung ke tempat ini setiap harinya, jadi biar buat menarik wisatawan buat berkunjung.

Waktu itu kami dikenakan biaya 5.000 rupiah per orang buat berkunjung ke tempat ini.

Jalur buat turun ke bawah sangat curam.

Panasnya ngentang ngentang pemirsa! Tapi mending panas sih daripada hujan hehe. Bener aja gitu masuk kawasan Pantai Kelingking, cukup banyak wisatawan yang datang waktu itu. Gak rame banget sih tapi ada beberapa grup wisatawan dari beberapa negara.

Yewwww! Bener aja, pemandangan dari atas bukit buat ngeliat Pantai Kelingking bagus banget!!! Biarpun ada pembatas tetep harus hati hati ya pemirsa biar gak jatuh plus tempat ini bisa jadi tantangan buat yang punya acrophobia, karena kalau melihat dari atas jarak ke dasar pantai cukup curam. Puas puasin motret dari atas, meski kadang harus gantian sama wisatawan lain yang mau foto foto juga sih.

Sembari melihat lihat pemandangan, pas mata menuju ke lautan deket pantai kayak ada plastik kresek item ngambang di laut *bukan kuning kuning ngambang di sungai ya hahaha gojekan (becandaan) zaman lawas banget! Tapi setelah dilihat lagi kok jumlahnya makin nambah dari dua jadi empat bayangan hitam. Setelah ditelisik lagi ternyata itu pari manta pemirsa! Anjayyyy! Sudah cukup lama bisa melihat hewan ini dari dekat tapi belum kesampean. Memang di Nusa Penida ada beberapa spot yang pengunjung bisa melihat pari manta dari dekat. 

Nah kalau dari atas cuma dikasih pembatas kayu kayak gini. Jadi tetap waspada yes pemirsa!

Rencananya sih hari itu kami akan snorkeling dan salah satu agendanya adalah melihat hewan ini juga, cuma waktu kesana bulan Juni kemarin angin berhembung cukup kencang dan ombak cukup tinggi. Pengalaman dulu pernah snorkeling di ombak yang bergelombang cukup kencang buat mabuk dan akhirnya jackpot pemirsa! Jadi mungkin harus diundur niat buat snorkeling di Nusa Penida daripada tidak menikmati karena ombak tinggi.

Cukup buat penasaran sih cuma ngeliat pari manta dari atas, padahal waktu itu ada sekitar 5 pari manta di seputaran Pantai Kelingking. Ada beberapa boat yang membawa orang buat diving di seputaran spot itu. Tapi waktu ngeliat kapal yang berada di seputaran pari manta dari atas sangat kelihatan kapal terombang ambing oleh ombak, gak bayangin klo jadi snorkeling pasti mabuk cinta lah ini awawawaw.

Kemupengan akan tempat ini gak sampai perihal pari manta aja, tapi hasrat pengen turun ke bawah pantai dan leyeh leyeh di pinggir pantai juga ikutan datang. Soalnya pas ngeliat dari atas suasana di bawah damai banget kayaknya hahaha, sepi dan pantainya bersih banget. Meskipun pasti bakal ngos ngosan balik ke atasnya, secara itu tinggi dan jauh banget buat sampai ke bawah pantai. Tapi karena waktu yang banyak jadi niat buat turun ke bawah di simpan buat kunjungan berikutnya lagi aja. Karena habis dari sini mau ke crystal bay jadi waktunya harusnya diatur sebaik mungkin biar gak ketinggalan boat dan juga waktu itu udah hampir mau jam 12 siang sedangkan kami harus jalan ke pelabuhan jam setengah 3 sore. Leyeh leyehnya di Crystal Bay aja. 

Sayonara Pantai Kelingking, semoga besok waktu kunjungan kedua ada kesempatan bisa negliat pari manta dari deket plus turun ke bawah pantainya, amin pemirsa!?

Cheers,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *