Leyeh Leyeh di Crystal Bay, Nusa Penida

Masih dari Nusa Penida, sehabis dari Pantai Kelingking lanjut ke Crystal Bay. Meski belum puas menikmati pantai Kelingking tapi karena diburu oleh waktu pulang ke Denpasar, aku melanjutkan perjalanan ke Crystal Bay.

Namanya agak “keminggris” (sok sokan pakai bahasa Inggris) walaupun ada benernya juga, karena air di pantai ini cukup bening seperti kristal. Waktu sampai ke tempat ini seperti yang sudah aku bilang di postingan pantai Kelingking, ombaknya cukup tinggi terlihat beberapa kapal yang sedang bersandar (dipundak mu *haha) tampak terombang ambing dengan kencang di lautan. Memang sempat kepikiran klo memungkinkan mau snorkeling tipis tipis lah disini, karena katanya dengan berenang sedikit dari bibir pantai kita bisa ngliat terumbu karang di Crystal Bay ini. Tapi akhirnya niat itu kami urungkan karena ombak terlalu kencang dan sedang pasang juga waktu itu.

Untuk menemukan Pantai Crystal Bay tidaklah mudah karena tempat ini sangat terkenal di kalangan pelancong yang datang ke Nusa Penida. Dengan mengikuti penunjuk arah yang tersedia kita dapat sampai ke tempat ini, ditambah akses jalan lumayan bagus meski ada beberapa bagian yang masih rusak. Kalau kita dari Pelabuhan Nusa Penida mungkin memakan waktu sekitar 30 menit. Waktu itu kami dari pantai Kelingking membutuhkan waktu sekitar 30 menit juga.

Begitu sampai di tempat ini pengunjung diwajibkan membayar parkir dan setelah itu silahkan menikmati Pantai Crystal Bay. Waktu itu aku dan beberapa teman hanya duduk disekitar pohon kelapa yang berada disisi utara pantai, untungnya hari itu cuaca sedang panas panasnya jadi waktu tepat buat mengunjungi pantai.

Crystal Bay menawarkan ketenangan, kenyamanan, dan kemalasan haha. Karena jauh dari hingar bingar suara kendaraan yang melintas, tidak banyak pengunjung yang datang, hanya suara ombak yang berkali kali mencoba meraih daratan dan juga pemandangan yang tak bosan jika dilihat terus menerus. Tidak jauh dari bibir pantai juga terdapat sebuah pulau kecil, terasa seperti sedang mengunjungi Pura Tanah Lot karena ada sebuah pura kecil yang dibangun oleh masyarakat sekitar dan salah satu sisinya bolong di bagian tengah.

Karena posisinya menghadap ke barat, tempat ini jadi salah satu favorit ketika momen matahari tenggelam tiba. Mungkin kalau ada kesempatan berkunjung lagi akan menyediakan waktu buat melihat sunset di tempat ini.

Bagi yang ingin melakukan aktivitas sorkeling atau pun diving bisa banget dilakukan di Crystal Bay ini, ada juga tempat yang menyewakan alat alat snorkel atau pun diving. Tapi klo udah bawa alat snorkel sendiri alangkah bijaknya kalau kita bertanya ke penduduk setempat bagian mana saja yang biasa digunakan buat snorkeling, biar gak salah tempat atau terjadi hal hal yang gak dinginkan.

Beberapa teman memilih untuk berendam cantik di pinggir pantai sedangkan tiga orang lainnya (termasuk saya) memilih untuk bermalas malasan di pinggir pantai sembari mengobrol dan makan snack. Pantai memang sangat pas untuk melakukan aktivitas seperti bermalas-malasan, apalagi kalau dilakukan dibawah pohon rindang yang bisa menghalau cahaya matahari secara langsung. Itu lah yang aku dan teman lakukan kemarin.

Sejauh ini kesan atas Crystal Bay cukup seru sih, mungkin kalau bisa snorkeling lebih seru lagi. Lagi lagi aku harus menyalahkan waktu karena kami harus segera balik ke Denpasar, bisa dibilang kurang lebih sejam kami berada ditempat ini. Tapi dengan waktu yang singkat Crystal Bay sudah menunjukan kesan oke buatku, dan gak bakal ragu buat mampir lagi kalau ada kesempatan.

Cheers,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *