Air Terjun Tukad Cepung: Dua Kali Kunjungan yang Selalu Seru!

Pa kabar neh semua!? Bali beberapa minggu terakhir ini lagi sering hujan dan kalau tiap sore selalu mendung, jadi agak mager klo mau jalan-jalan keluar *sebenernya ini alasan aja sih hahaha. 

Jadi beberapa bulan lalu aku berkesempatan berkunjung ke salah satu air terjun yang cukup terkenal di Bali, Tukad Cepung Waterfall. Sebenernya udah dua kali dapat kesempatan mampir ke tempat ini. Pertama, bareng kakak beradik Sunaryo yang notabene adalah teman sejak kecil di perumahan dan yang kedua dengan Mba Atrek seorang teman sekaligus penulis handal (handal jepit kali tonk hahaha) dari Jakarta. 

Oke langsung saja kita mulai trip kita ke Air Terjun Tukad Cepung!

Air terjun ini terletak di Kabupaten Bangli. Lokasi pastinya silahkan klik link disamping yes >> Air Terjun Tukad Cepung << kalau dari seputaran Seminyak atau Denpasar butuh waktu sekitar 1 jam 30 menit buat sampai ke air terjun. 

 

Akses kendaraan untuk menuju parkiran air terjun juga sangat mudah dan gampang untuk dicari, terlebih sudah ada papan penunjuk arah menuju air terjun. Pertama kali kesini hujan, tapi karena dari air terjun Kanto Lampo (soon about Kanto Lampo Waterfall on this awesome blog hahaha) sudah kehujanan basah kuyup ya udah lah sikat aja sampai Tukad Cepung juga basah-basahan, karena kita menganut paham punk not dead! hahaha!

Sampai parkiran dan menuju loket retribusi pengunjung diwajibkan membayar 10.000 rupiah untuk tiket masuk. Dari sini masih membutuhkan waktu sekitar 10-15 menit untuk sampai ke air terjun dengan berjalan kaki. Sepanjang perjalanan ada beberapa warung yang menyediakan makanan kecil dan minuman, juga kita bisa melihat sungai kecil dan sebuah pintu air. 

Setelah itu kita akan menuruni jalan turun yang masih berupa tanah kemudian belok ke kanan dan kita akan berada diantara dua tebing tinggi yang ada aliran airnya, berasa kayak di Grand Canyon dah hahaha! Setelah melalui batuan besar akhirnya kita sampai juga di air terjun!! Woohhooo!!

Posisi air terjun ini asik, kita seolah-olah ada didalam lubang besar setelah masuk diantara batu yang berperan sebagai pintunya. 

Waktu terbaik untuk berkunjung ke air terjun ini adalah pada waktu pagi hari, ketika matahari masih berada di timur dan menyinari air terjun dari atas, kalau liat dari foto-foto di Google sih bagus banget seolah olah seperti ada cahaya surga yang bersinar dan Tuhan datang menyapa kita. Syukur-syukur cuma nyapa yak, jangan sampe ikut diajak pergi aja hahaha! 

Karena sudah semakin terkenal jadi banyak juga pengunjung yang menyambangi tempat ini. Harus sabar dan antri buat berfoto di bawah air terjun ketika pengunjung sedang banyak-banyaknya. Pesonanya bukan hanya air terjun saja kok, tetapi sembari mengantri buat berfoto di air terjun kita bisa menikmati tebing-tebing tinggi di tempat ini. Bagus juga buat dijadikan objek foto. 

Pertama kali aku ke sini tidak begitu banyak yang datang karena pas waktu itu sedang hujan dan cukup deras jadi cukup leluasa berpose di bawah air terjun, tapi waktu kali kedua kembali lagi ke tempat ini agak kesusahan buat mengambil foto karena banyaknya pengunjung yang datang. 

 



Selesai berleha-leha sembari menikmati keindahan alam, saatnya kembali naik ke atas. Yak ini moment paling terkampret hampir di setiap air terjun di Bali. Berangkatnya selo, gitu balik tenaga di forsir. Karena rata-rata kita harus treking turun buat mencapai air terjun kemudian baliknya, selamat menikmati pemirsa hahaha!

Untuk ukuran air terjun Tukad Cepung tidak begitu terjal jalan baliknya dan menanjak. Bisa ditempuh dengan waktu 15 menit atau kurang lah. Sedia air minum plus tenaga ekstra. Jangan lupa sampahnya dibawa naik ke atas lagi dan jangan buang disekitaran air terjun.

Semoga bisa melakukan kunjungan ketiga, keempat, kelima, dan seterusnya. Lebih penting lagi semoga bisa ke tempat ini pada pagi hari dan liat cahaya matahari tepat di atas air terjun.

Cheers,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *