Air Terjun Kanto Lampo: Basah Kering Trip!

Ketemu lagi nih kita pemirsa, bulan ini cukup antusias untuk menulis. Semoga ada hal baik yang akan terjadi dengan rajinnya menulis, amin sodara sodara!!??

Setelah bergumul dengan pemikiran apakah akan mengubah blogspot ke wordpress dan sekaligus apakah harus membeli domain buat web pribadi dan lain-lainnya. Akhirnya sebelum tahun 2017 berakhir calvindamasemil.blogspot.com resmi berubah menjadi calvinemil.com! Wooohhooo!!! Semua kontennya masih sama kok sepertinya yang di blogspot, bahasa dan bahasannya nya juga masih receh banget hahaha! Ada page yang aku tambahkan seperti ada menu Portfolio dimana ada foto-foto yang pernah aku kerjakan, maklum setelah berhenti menjadi karyawan mungkin dengan adanya web ini bisa juga menjual karya yang sudah pernah aku kerjakan seperti foto preweding, wedding, dan lainnya!! Juga tampilannya sekarang lebih futuristik (mobil kali tonk!) dan profesional hahaha!

Paragraf ini aku dedikasikan buat temaku yang menjadikan web ini lebih enak dilihat, dan dia adalah Natasia Wulansari woohhooo! Doi luar biasa banget, kerjanya cepet, garapannya oke, dan akan mengusahakan semua yang kita pengenin buat jadi ada di web. Buat yang mau bikin web silahkan kontak doi di instagramnya @natasia.w dijamin web yang akan anda miliki lebih responsif dan tampilannya oke!! Terima kasih ya Nat! 

Kali ini masih membahas air terjun di Bali. Secara cukup sering main ke air terjun tapi belum sempet di bagikan ke para pembaca setia blog ini (kayak ada yang rajin mampir buat baca ke web ini aja) hahaha!

Oke mari kita mulai petualangan kita ke Air Terjun Kanto Lampo!

Terletak di kabupaten Gianyar, air terjun ini cukup unik karena letaknya yang dekat sekali dengan pemukiman penduduk. Biasanya kita butuh jalan beberapa menit buat sampai ke air terjun seperti Air Terjun Sekumpul dan Air Terjun Tegenungan karena tempatnya yang berada di ketinggian tertentu atau berada di tengah-tengah hutan. Akan tetapi air terjun Kanto Lampo tidak membutuhkan usaha ekstra untuk sampai ke titik airnya. 

Kebetulan waktu kesini cuaca tidak bersahabat, hujan deras selama perjalanan menuju air terjun. Bahkan begitu sampai pun hujan masih mengguyur dengan deras. Aku pergi dengan Kakak beradik The Sunaryo, setelah dari sini kami mampir ke Air Terjun Tukad Cepung

Sebenarnya tempat parkir motor merupakan titik tertinggi dari air terjun, dengan menuruni anak tangga dan gak sampai 5 menit jalan kaki kita sudah dapat melihat air terjun Kanto Lampo. Jaraknya sangat dekat dari parkiran kendaraan. Gak perlu ngos-ngosan buat sampai ke air terjun.

Oia masing-masing orang akan dikenakan biaya 10.000 rupiah untuk masuk ke air terjun ini.

Waktu sampai ke tempat ini aliran sungai sedang deras-derasnya, kami harus ekstra hati-hati agar tidak terpeleset karena juga sedang hujan. Biasanya kalau tidak hujan dan debit air sungai tinggi, pengunjung bisa turun ke sungai dan melihat air terjun dari seberang plus bisa memotret air terjun ini dengan jelas.

Di pusat aliran air terjun Kanto Lampo ada beberapa batu yang bisa digunakan untuk berpijak, jadi pengunjung bisa naik beberapa meter dari titik terendah dan siap-siap merasakan sensasi diguyur debit air yang deras. Tapi tetep main aman yes pemirsa (macam iklan kondom aja ni bahasa hahaha!) jangan sampai tergelincir atau jatuh dari ketinggian, pastikan pijakannya aman dan tidak licin.

Waktu ke tempat ini aku sama sekali tidak sempat memotret karena situasi yang memang tidak memungkinkan buat motret. Pertama, hujan deras sekali dan yang pertama harus diamankan adalah kamera. Kedua, pengen tetep motret dari seberang sungai tapi aliran sungai lagi deras-derasnya daripada kamera dan orangnya ikutan hanyut terbawa arus asmara kan hahaha! Untung Fr. Harry waktu itu bawa GoPro, jadi semua dokumentasi di air terjun berasal dari kamera doi yang mungil namun berkualitas istimewa itu. Semua foto yang ada di postingan ini juga hasil bidikan Fr. Harry, aku pakai dan edit atas ijin dari doi juga.

Pas itu juga gak banyak pengunjung diseputaran air terjun, ya kali pada mau hujan-hujanan nikmatin air terjun. Kita karena memang jiwa petualangnya tak terbendung jadi disikat aja lah mau panas atau hujan. My trip my adventure!! Hahahaha sampah banget bahasanya!! Hahahaha. Sebenernya sih karena memang selo dan tanggung udah setengah jalan masak mau balik lagi ke Denpasar. Tapi selang beberapa menit kemudian ada pengunjung yang datang kok, gak banyak kurang dari 10 orang yang cibang cibung di air terjun waktu itu.

Kelar mandi-mandi cantik di air terjun, kami bilas dan kemudian muncul lah rasa lapar. Sate ayam dan gulai kambing bisa jadi penawar dinginnya cuaca saat itu. Setelah kenyang dan bersantai-santai di warung terbitlah ngantuk hahahanjir! Tapi karena jiwa petualang kami begitu menggebu-gebu saat itu hahaha sampah! maka perjalanan kami lanjutkan ke air terjun Tukad Cepung dan masih dengan tema kehujanan di perjalanan begitu juga ketika sampai di air terjun Tukad Cepung masih juga hujan. Pokoknya tetep di gas, my trip my adventure!! hahaha freak!!

PS: All photos by Fr. Harry. Dengan berubahnya blog ini ke .com tidak mengubah konten postingan menjadi lebih serius, malah makin receh hahaha! Sampai ketemu di postingan receh selanjutnya. 🙂

Cheers, 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *