Uluwatu Kecak Dance

Setelah sekian lama mendengar pertunjukan tari kecak di seputaran Pura Uluwatu, akhirnya minggu kemarin aku kesampean nonton pertunjukan ini. Terima kasih untuk dua teman saya asal Myanmar yang sedang berkunjung ke Bali, mungkijn kalau mereka tidak berlibur ke sini entah kapan bisa mampir buat nonton. Karena jujur sebagai warga Bali, bisa kapan aja melihat pertunjukan ini dan karena sudah pernah ketempat ini sebelumnya. Meski belum pernah notnon pertunjukannya sih. 

 
Pertunjukan dimulai pukul 6 sore, pas saat matahari mulai terbenam dan langit di sebelah barat menjadi kuning. 
 
(click the pictures to enlarge)
Full! Banyak banget wisatawan yang datang buat nonton sore itu 
Para penari menerima tirta atau berkat sebelum mulai pertunjukan
Karena pada saat itu weekend, jadi cukup banyak pengunjung yang memadati kawasan Pura Uluwatu. Terlihat dari parkiran yang penuh dan banyaknya bus pariwisata saat itu. Kami tiba sekitar pukul 4.15 sore dan masih sempat jalan-jalan dikawasan pura sebelum masuk ke tempat pertunjukan tari kecak. 
 
Disarankan masuk minimal setengah jam sebelum pertunjukan mulai biar bisa milih tempat, namun ketika kami masuk kesana hampir setengah tempat sudah terisi wisatawan yang akan menonton. Bahkan spot terbaik buat menonton sudah ditempati orang. Mungkin karena pada saat itu weekend jadi sangat banyak yang niat buat nonton. 
 
Yak, tepat pukul 6 acara dimulai. Terdengar dari kejauhan suara-suara para penari kecak yang akan memasuki area pertunjukan. 
Yang baju putih jangan sampai lolos! :))
View sore itu! Asik skoyy!
Representasi Hanoman memporak-porandakan Alengka
Tari Kecak bisa dibilang salah satu dari sekian banyak tarian tradisional Bali yang sangat terkenal dan unik. Selain sumber “musiknya” berasal dari mulut para penari yang berjumlah 70 orang pada saat itu, juga cerita yang diawarkan sangat menarik. 
 
Tarian ini berasal dari jenis tari sakral “Sang Hyang”. Pada tari Sang Hyang seorang yang sedang kemasukan roh berkomunikasi dengan para dewa atau leluhur. Dengan menggunakan si penari sebagai media penghubung ke para dewa atau leluhur dapat menyampaikan sabda-sabdanya. 
 
Pada tahun 1930-an mulailah tari Kecak disisipkan cerita epos Ramayana. 
Cerita Sita, Rama dan Kijang Emas
 
Pertunjukan ini dibagi kedalam 4 episode cerita Ramayana. Melibatkan tokoh-tokoh seperti Rama, Sita, Hanoman, Bhagawan, Kijang Emas, Garuda, dan lain-lain.
 
Aku pribadi selama pertunjukan berlangsung, sempat sedikit lupa untuk mendokumentasikan beberapa adegan karena ini untuk pertama kalinya nonton Tari Kecak, dan jujur sedikit terbawa suasana *anaknya baperan haha. 
 
Sisi keren pertunjukan ini dapet banget! Mulai dari semangat penari pengiring yang mengucapkan kata “cak”, keluwesan penari pendukung cerita, dan suasana pada sore itu. Keren lah pokoknya!
Hanoman mendatangi salah satu penonton and cheese!
Show your power Hanoman!

Awas jatuh woi!
Dengan bayar 100.000 rupiah kita disajikan pertunjukan yang cukup spektakuler dan memuaskan. Jangan khawatir akan bosan di tengah pertunjukan, karena pihak penyelanggara menyelipkan sebuah interaksi antara pemain dengan penonton yang cukup menghibur. Jadi aspek hiburannya buat para wisatawan juga ada. Oia kita juga dikasih kertas panduan selama acara berlangsung, jadi gak menerka-nerka cerita karena semuanya ada disana.
 
Jadi dalam satu pertunjukan tari kita bisa dapet beberapa keuntungan seperti, pengetahuan akan budaya Indonesia, pemandangan sunset yang keren, pertunjukan tari yang kece, dan kebahagian soalnya masih bisa jalan-jalan dan nonton tarian yang sangat terkenal didunia. 
 
Cheers,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *