Kehabisan Nafas di Green Bowl

Ternyata mencoba konsisten nulis di blog itu susah, ada aja halangan yang buat halaman ini tidak pernah terisi dengan tulisan baru jangankan setiap minggunya bahkan setiap bulannya pun susah. Postingan kali ini isinya jalan-jalan lagi, dan kali ini aku dan beberapa temen mampir ke pantai di sebelah selatan Bali, Green Bowl.

Berangkat jam 12an dari rumah dan matahari tampak malas dengan bersembunyi di balik awan abu-abu. Sepertinya temannya si hujan bakal turun nih nanti. Nggak lama setelah itu, cuaca panas yang datang. Syukurlah, paling nggak ada warna biru yang buat seger gitu sampai dipantai nanti.

Perjalanan ke pantai dari Denpasar ke Green Bowl tidak begitu jauh, sekitar 45 menit kalau tidak macet dan tidak kesasar. Sebelum kesini, aku nyoba cari lokasi ini di google maps dan tidak dapat. Akhirnya setelah searching di google, ada orang yang posting directions to Green Bowl beach. Setelah diikuti ternyata tidak susah menemukan tempat ini.

Kalau dari arah Jimbaran, setelah GWK kita bakal nemuin perempatan yang kalau kekanan ke Pantai balangan dan lurus ke Uluwatu, nah belok kiri aja terus lurus ikutin jalan besar itu akan berakhir di Green Bowl beach. Memang ada beberapa cabang jalan nanti, setelah nemu kayak lapangan besar di kiri jalan lurus terus, nanti juga ada persimpangan klo ke kiri ke Pandawa beach, nah kita masih lurus dan itu pantai Green Bowl. Intinya Pandawa beach sama Green Bowl itu tetanggaan.

Sampai disana cuaca masih cerah, oke saatnya turun dan menuju pantai woohhoo!

Green Bowl beach ini salah satu surf spot yang oke di Bali. Memang kebanyakaan pantai di daerah Pecatu, Uluwatu, Jimbaran ini banyak di datengin surfer karena ombaknya yang langsung menghadap ke samudera hindia, dimana ombak yang dateng belum kehalang pulau dan angin cenderung konsisten.

Sampai bawah, suasana pantai sepi mungkin gak lebih dari 15 orang. Kebanyakan wisatawan luar dan turis lokalnya cuma dikit, lagi berjemur atau berendam di air. Nyari spot buat naruh barang, duduk-duduk habis itu jalan-jalan, dan nyari stok foto pantai. Di pantai ini juga ada goa horizontal yang kedalamannya mungkin sekitar 5-15 meter lah, bisa buat berteduh juga dan ada tetesan air didalmya, cukup unik.

Gak lama setelah itu, beberapa orang mulai berdatangan terutama surfer dan mendadak pantai jadi agak ramai. Tapi gak seramai Pandawa lah. Ditambah si matahari mulai ngumpet di balik awan dan sedikit mendung waktu itu.

Untuk ukuran besar pantai, Green Bowl bisa dibilang kecil. Makannya ketika waktu semakin sore dan orang berdatangan terasa sudah sangat penuh, padahal mungkin waktu itu tidak lebih dari 30 orang yang dateng tapi udah terasa penuh.

Overall, pantai ini keren. Buat santai enak karena kondisinya yang gak begitu ramai, buat sekedar main-main air juga seru karena banyak karang pantai dan ombak gak begitu kencang di pinggir pantai, buat yang hobby surfing udah pasti wajib nyoba salah satu surf spot di Bali ini. Cocok buat menghabiskan weekend lah pantai ini.

Karena sudah foto-foto dan perut mendadak lapar, akhirnya kita memutuskan buat naik dan nyari ganjelan buat perut. Ternyata anak tangga yang kita turuni tadi gitu dipakai buat balik terasa panjang dan buanyakkkk! Perjalanan mulai berat dan halusinasi mulai timbul kenapa gak sampai sampai ya? Alhasil nafas ngos-ngosan dan sampai atas cuma bisa bilang β€œjahat bener anak tangga barusan!” dan air putih jadi pelampiasan kita waktu itu.

Gak lama setelah itu, kita memutuskan buat makan di Sate Babi Gelora Tri Sakti, Kuta. Besoknya betis kaki kerasa kenceng plus sakit selama 3 hari. Luar biasa Green Bowl!

Cheers!

0 thoughts on “Kehabisan Nafas di Green Bowl

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *