Bromo Trip

Photobucket

Howdy? Perjalanan yang sudah hampir 2 bulan berlalu, maaf baru bisa diposting, karena kesibukan saya yang tidak sempat ngeblog beberapa bulan terakhir ini…

Tanggal 22 Juni kemarin, aku dan Catur, Adit, Jipenk, dan Catur akhirnya kita Backpacking ke Bromo!! Waw!! Setelah skian lama ngidam yang namnya backpacking, akhirnya liburan semester ini berhasil merealisasikan. Mungkin postingan kali ini, saya nggak menampilakan foto-foto cantik tapi lebih ke cerita perjalanan kami berlima selama kurang lebih 4 hari lah, so enjoy the story…

Photobucket

Perjalanan dimulai tanggal 22 Juni pagi, yak! Sebelumnya kita rencana ke Baluran Taman Nasional, tapi entah kenapa setelah dipertimbangkan kok rasanya berat di transportasi, secara itu taman nasional dan luas, and we turn left go ahead! Diputuskan lah ke Bromo saja.

Berangkat jam 7 pagi dari Jogja naik kereta Ekonomi Sri Tanjung dari Lempuyangan dengan biaya 23.000 rupiah saja. Berat banget bangun pagi jam segitu SUMPAH!! Emm, maybe I’d prefer not to sleep than to wake up so early, damn!! but sure this trip will be fun so hajar gan!! Itung-itung belajar bangun pagi!! Hahaha. Lanjut, siapa yang nggak tau kereta ekonomi? Kereta yang jalan super lambat, tidak ber-AC, tiap stasiun pasti berhenti, panas banget, plus penuh banget!

Resiko memilih backpacking, but that’s was fun. Kalau laper banyak jenis makanan yang dijual mulai dari pecel, nasi ayam, minuman, snack, dan lain-lain lah. Tapi kalau kalau buat aku lebih milih nasi ayam buatan kereta Sri Tanjung, cukup 6.000 rupiah rasanya enak plus ayamnya lebih banyak dibanding sama nasi bungkus yang dijual didalam kereta itu. Banyak ketemu orang, bisa ngobrol, plus liat pedagang yang ga ada habisnya didalam sana! I love that situation.

Photobucket

Sekitar 8 jam di dalam oven berjalan, finally Probolinggo!! Yak, di stasiun ini kita turun sekitar jam setengah 5 sore. Karena buta arah, aku nanya arah ke Bromo sama petugas Stasiun dan dikasih jalan yang jujur aku sendiri ga tau dia ngomong arah mana, hahaha. Tapi intinya kalau dari stasiun Probolinggo kita naik angkot ke terminal sekitar 20menit dan membayar 3.000 rupiah saja. Alhasil kita naik angkot warna kuning ke terminal. Dan kita ketambahan 2 orang Backpacker dari Belgia, mereka suami istri dan aku lupa nama kedua teman baru ini yang aku ingat hanya istrinya Hanna (soalnya dia sudah jadi friend di fb ku). Mereka tergolong pasangan muda, dan akan sebulan liburan di Indonesia. Ceritanya kita berlima lagi mau keangkot, trus mereka tiba-tiba nanya dan ngajak gabung selama di Bromo, alhasil dengan kesepakatan bersama kita aja mereka gabung selama di Bromo. Man!! Ini masalah nama baik Indonesia kalau kita bisa menunjukan attitude baik ke mereka, jadi kita bertanggung jawab selama mereka bersama kita, hahaha.

Lanjut cerita, kita naik angkot bareng-bareng sama bule dan tiba-tiba sama tukang angkotnya diberhentiin di depan travel, soalnya sebelumnya dia bilang sih sama aku “wah mas kalau nyari kendaraan ke BRomo jam segini sudah jarang, kalau mau nunggu besok pagi”. Yak bener banget kalau kita sampai Probolinggo sore udah agak susah nyari kendaraan ke Bromo. Gitu sampai di travel langsung Tanya sama petugas Travel biaya sekitar 25.000 rupiah diantar sampai ke hotel tujuan. Gitu di bis kita menuju Bromo dan lewat terminal, memang bener jam segitu bis yang ke Bromo sangat jarang, kalaupun ada mungkin harganya bisa sampai 40.000 rupiah. Selama perjalanan aku Cuma diem dan ngatuk banget perjalanan kira-kira 1 setengah jam lah dari Bawa sampai penginapan. Di Bus diem plus nahan mual, bayangin aja jalan yang belok-belok tapi tetep dihajar sama supir dengan kecepatan lumayan tinggi plus bau knalpot solar masuk ke dalam!! Damn!!

Photobucket

Photobucket

Singkat cerita sampai di penginapan yang jaraknya ga jauh dari gunung Bromo, kita turun dan nyari penginapan. Kurang lebih jam 8 malem lah sampai sana, trus ke penginapan Pak Semangat (bisa jadi rekomendasi teman-teman kalau ke Bromo, Tanya sama penduduk sekitar sudah ngerti pasti) dan dapet 75.000 rupiah semalem buat orang 5, tapi kalau pasangan bule itu milih yang 50.000 rupiah semalem. Yaps, makan malam bersama si bule dan teman-teman, dan untungnya mereka mau makan yang harganya lumayan murah, hehehe. Setelah cerita sama teman-teman dan dua orang tamu, aku dan teman-teman culup terkejut ketika dua tamu ini milih naek ke bukit Pananjakan jalan kaki!! Doenk!! Setelah rembuk sama teman-teman ternyata kita milih ikut nemenin mereka sampai puncak dengan jalan kaki, yang setelah dicoba saya nggak kuat dan kehabisan nafas, hahaha. Kalah sama mereka yang jalannya cepet banget, kami keatas dengan guide dan dia minta dibayar 300.000 rupiah sekali trip (cukup mahal) kalau naek jeep biayanya sekitar 300.000 sampai 350.000 ribu isi 6 orang. I think I have to stop smoking, hahahaha. Yak, perjalanan 2 jam setengah dan akhirnya sampai juga diatas, jam 4 pagi dan sialnya cuaca mendung banget! Dan setelah dua orang bule ini pamit untuk turun duluan karena mendadak istrinya nggak enak badan dan kecapekan, aku sama teman-teman masih bertahan nunggu disana tapi tetep nihil sampai jam 10 pagi cuaca nggak berubah bahkan tambah parah. Akhirnya kami putuskan turun dengan ojek satu ojek satu orang 35.000 rupiah kalau diisi 2 orang jadi 50.000 (setelah tawar-tawaran).

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Sampai penginapan jam 12 siang, lanjut mandi dan tidur siang. Gila bung kaki udah mau lepas jalan jauh banget! Gitu tidur, tau-tau dibangunin sama tamuku ini dan mereka bilang mau pamit pulang duluan karena masih harus ke kawah Ijen dan Bali menghabiskan liburannya yang tinggal sebentar lagi. Alhasil aku pamitan sama mereka dan sebelum mereka pulang sang suami meminta email aku dan Catur. See ya fellas, come to Indonesia again.. =)

Yak menikmati sisa hari di Bromo dengan teman, akhirnya pada hari itu kita dapet rumah makan enak dan murah ada pecel, nasi goreng, lele, babat, dll. Buat masalah harga standart lah 7000 rupiah sampai 10.000 rupiah, kalau masalah namanya sekali lagi aku lupa tapi yang jelas dipertigaan jalan menuju kawasan wusata gunung Bromo ada warung di kanan jalan kalau kita mau naik ke Bromo (kalau belum ganti warna catnya warna biru). Alhasil dengan sisa waktu ini kita makan disana terus sampai kenal sama yang jualan disana, hehehehe.

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Hari terakhir disana nggak afdol kalau belum ke gunung Bromonya, dari rencana berangkat jam 5 pagi akhirnya bangun pun jam 8 pagi!! Hahaha kebo semua bahkan alarm pun nggak mempan. Oke dengan agak keburu-buru dan sedikit sarapan di warung biasa, kami mulai perjalanan ke puncak Bromo dengan jalan kaki melewati padang pasir disana. Ternyata ga lama juga buat samapai ke puncak Bromo cukup satu jam saja (kayak lagunya audy, hahaha) udah bisa sampai puncak dengan jalan santai. Tapi kemarin kita sampai di puncak sekitar jam 10an lah, naeknya ke puncak nggak begitu berat dibandingin sama ndaki bukit Pananjakan yang tracknya naek terus.

Nggak nyangka juga akhirnya bisa ke tempat ini juga setelah hampir 8 atau 9 tahun lalu kesini dan nggak ada yang berubah dari gunung ini. Setlah sampai puncak puas foto-foto dan istirahat sambil merenung sama jalan-jalan sedikit akhirnya kami putuskan untuk turun dan kembali ke penginapan karena harus siap-siap pulang ke Jogja, hhhuuuaaa!! Kayaknya nggak mau pulang aja dah.

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Dengan semangat kami berlima turun dan ada kejadian BODOH pas aku turun ke bawah, niatnya lari dan jadi kungfu trus difoto biar bagus taunya malah jatuh dan berguling-guling dipasir plus lecet! BAGUS!! Hahahahahaha. Tapi habis itu bisa jalan normal kok, meski agak sakit plus perih dikit, hehehe. Perjalanan pulang kami melewati jalan berangkat tadi, padang pasir yang luas dan suasanya panas yang terik tapi tak terlupakan. Dan perjalanan pulang ke penginapan pun memakan waktu waktu kurang lebih 1 jam juga. Sehabis itu aku mandi dan bersih-bersih serta packing buat persiapan pulang, can’t believe how fast since we arrived.

Photobucket

Photobucket

Yak! Semua sudah siap dan beres, saatnya untuk kembali pulang ke Jogja. Sebelum pulang seperti biasa mengisi perut dulu diwarung biasa, sekaligus pamit pulang sama ibunya. Karena bus pesanan kami sudah nunggu dari jam 1 tadi, tanpa panjang lebar kami langsung turun meninggalkan Bromo dan biaya bus sampai terminal Probolinggo 20.000 rupiah/orang. Perjalanan sekitar satu setengah jam, kami tiba di terminal. Sebelum pulang naik bis seperti biasa isi perut dulu di warung sebelah terminal makan berlima nggak sampai 50.000 rupiah, murah euy!! Hehehe. For your information, kalau kita naik travel dari Probolinggo harganya sekitar 80.000 rupiah dan ada agen travel datang ke kami berlima menawarkan travel yang dari 80.000 rupiah bisa jadi 60.000 rupiah soalnya dia Cuma bawa satu tamu Jepang dan lagi nyari orang biar travelnya penuh, sebenarnya kasihan sih tapi kami sudah sepakat mau mencoba naik bis biar tau dan ada pengalaman baru. Dan akhirnya kami menoloak tawaran bapak itu, sorry sir…

Yak perjalanan pulang dimulai jam 4 sore start dari terminal Probolinggo ke terminal Surabaya dengan harga 11.000 per orang, karena macet di jalan Gempol (jalan mau ke semburan lumpur punya pak B yang ga kunjung ada penyelesaiannya) dan baru sampai di terminal jam 8an malam. Isi perut lagi sebelum berangkat ke Jogja, dan ternyata bis Eka yang akan kita pakai penuh dan banyak antri. Karena nggak buru-buru dan santai kami milih untuk duduk dan nunggu sampai lumayan ga antri lagi baru naik bus (dengan sistem siapa cepat dia dapat). Bayar 63.000 rupiah plus makan malam gratis (lagi) kami jam 6 pagi sudah sampai Jogja dengan selamat.

Yak perjalanan pulang dimulai jam 4 sore start dari terminal Probolinggo ke terminal Surabaya dengan harga 11.000 per orang, karena macet di jalan Gempol (jalan mau ke semburan lumpur punya pak B yang ga kunjung ada penyelesaiannya) dan baru sampai di terminal jam 8an malam. Isi perut lagi sebelum berangkat ke Jogja, dan ternyata bis Eka yang akan kita pakai penuh dan banyak antri. Karena nggak buru-buru dan santai kami milih untuk duduk dan nunggu sampai lumayan ga antri lagi baru naik bus (dengan sistem siapa cepat dia dapat). Bayar 63.000 rupiah plus makan malam gratis (lagi) kami jam 6 pagi sudah sampai Jogja dengan selamat.

Photobucket

Photobucket

Perjalanan 4 hari 3 malam yang menyenangkan dan total pengeluaran kami sekitar 300.000 ribu atau lebih dan itu setiap orang masih sisa 50.000!! waw, menyenangkan dan unforgettable moment karena nggak salah kita milih backpack sebagai tema dari perjalanan kali ini!! Terimakasih teman-teman seperjalanan!! Cheers!!!!!!!

Photobucket

 

0 thoughts on “Bromo Trip

  1. hahaha kayk liet rombongan f4 jalan2 ditambah 1 sanchai yaitu toing!! wkwkwk… wlopun aku ga terlalu suka watermarkmu cin, tp hasil fotonya bagus, lumayan 'bercerita'…
    nice!!
    kapan pergi lagi?? ikuuut…

  2. Maaaakkkk pertamaxnya diambil sama yang diatas…..

    perlu sedikit editan buat artikelnya… beberapa ke dobel…

    tapi ga papa… kapan kita jalan lagi?

    Cats.

  3. bang toink anda emang oye..
    saya teringat perjalanan kita waktu itu jadinya…minggu depan kita karimun yah (=

  4. @Hotel di bali
    terimakasih commnetnya.. 😀
    haloo, saya juga ingin kembali lagi kesana.. kemarin waktuke bukit pananjakan mendungnya parah jadi ga bisa motret sunrise…

    mungkin untuk sekarang, bromo masih siaga efek abunya masih kerasa di sekitaran taman nasional… 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *